Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit Berbasis Web


Edukasi dan akses informasi terkait kesehatan yang semakin penting, menyebabkan tingginya tuntutan kebutuhan pola hidup sehat dari masyarakat luas. Guna untuk memenuhi tuntutan pelayanan kesehatan tersebut, maka komputerisasi sangat dibutuhkan saat ini. Oleh karena itu, para pengembang telah menciptakan sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) berbasis web, untuk dapat memperlancar aktivitas manusia.

Sistem informasi diterapkan di lingkungan rumah sakit, bertujuan untuk menghindari terjadinya kesalahan yang tidak diinginkan seperti kesalahan inputan data, proses integrasi gagal, human error, dan terlambatnya penyampaian informasi. Mengingat, faktor kesehatan sangat penting bagi setiap orang untuk dapat menjalankan berbagai aktivitas secara normal dan lebih sehat. 

Pengenalan Sistem Informasi Rumah Sakit

Sistem informasi rumah sakit (SIRS) atau dalam disebut dengan Hospital Information System (HIS), adalah proses pengumpulan, penyajian, dan pengolahan data terkait rumah sakit, sesuai dengan peraturan yang telah berlaku. 

Terkait dengan segala macam data, baik yang dikelola secara publik maupun privat, akan diatur secara khusus melalui ketentuan dari badan hukum negara Republik Indonesia (RI). Oleh karena itu, negara juga telah menjamin keamanan dan privasi data secara optimal.

Tujuan Adanya Sistem Informasi Rumah Sakit

Implementasi sistem informasi pada instalasi rumah sakit merupakan dampak nyata dari adanya perubahan teknologi dan informasi saat ini. Di Indonesia sendiri, telah banyak tempat dan fasilitas kesehatan yang sudah dilengkapi sistem informasi untuk mengelola, mengatur, dan mempercepat proses administrasi dan pengelolaan data rumah sakit.

Hal tersebut bertujuan untuk memberikan kemudahan dan percepatan integrasi antar sistem dalam membantu pasien dan tenaga medis dalam proses praktik dan pemberian informasi terkait bidang kesehatan. Berikut merupakan beberapa penjelasan mengenai peranan operasional sistem informasi dalam rumah sakit, menurut Sutanto (2008), diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Meningkatkan Kecepatan Transfer Informasi

Percepatan informasi untuk memperoleh data pasien mengenai hasil diagnosis penyakit yang diderita menjadi salah satu prioritas di era digital saat ini. Sehingga, dengan adanya SIRS ini diharapkan mampu mengatasi permasalahan tersebut.

Kemudian, kecepatan transfer informasi juga mampu menyelesaikan proses pekerjaan yang berhubungan dengan administrasi rumah sakit. Hal tersebut menjadi salah satu tolak ukur dari profesionalisme dan kapabilitas setiap rumah sakit maupun lembaga kesehatan lain, untuk meningkatkan kualitas pelayanan.

2. Peningkatan Akurasi Data

Proses akurasi dengan menggunakan SIRS ini mampu mempengaruhi aktivitas pemeriksaan data transaksi, menjadi lebih sistematis, terkontrol, dan terpusat melalui aplikasi yang dikembangkan. Sehingga, proses pembuatan laporan antar unit dokter maupun tenaga medis lain mampu mencegah terjadinya duplikasi data.

3. Integrasi Sistem secara Cepat dan Tepat

Dengan menerapkan penggunaan aplikasi dan teknologi digital pada perangkat rumah sakit, maka segala bentuk sistem yang berjalan secara konvensional (manual) terkait data pasien dapat dimonitoring dan berjalan secara lebih terpusat. 

4. Proses Pelayanan tanpa Batasan Tempat dan Waktu

Dengan adanya SIRS ini, maka segala bentuk pelayanan dan akses informasi seputar dunia kesehatan dapat dilakukan secara online melalui bantuan dari aplikasi. Selain itu, pasien juga mendapatkan perawatan dan penanganan lebih cepat. 

Sehingga, pasien tidak perlu menunggu terlalu lama untuk menyelesaikan segala kebutuhan berkaitan dengan sistem administrasi. Baik yang sifatnya untuk rawat inap maupun rawat jalan, data terkait hal tersebut dapat dilihat di mana saja dan kapan saja.

5. Meningkatnya Efektivitas dan Efisien Kerja

Peningkatan efisiensi dan produktivitas kerja menjadi lebih baik dengan menggunakan SIRS. Waktu yang dibutuhkan untuk pelaksanaan tata kelola administrasi menjadi lebih cepat dan terarah. Kemudian, menghindari akses permintaan dan pemeriksaan laboratorium secara berulang menggunakan kertas. Dengan adanya aplikasi ini, maka hasil pemeriksaan dapat diperoleh secara cepat dan pastinya paperless.

6. Kemudahan Proses Pelaporan Data

Proses pelaporan berbasis komputer mampu memangkas durasi waktu pengerjaan analisa laporan secara efektif dan efisien. Sehingga, konsentrasi dokter, perawat, maupun tenaga medis dapat digunakan untuk memeriksa dan menangani pasien secara profesional.

Baca juga: Sistem Informasi Manajemen dan Manfaat untuk Bisnis

Fungsi dari Sistem Informasi Rumah Sakit

Berikut ini, kami telah membagi menjadi dua fungsi utama dari penerapan sistem informasi ke dalam rumah sakit.

1. Sistem Informasi Pelayanan Rumah Sakit (SIPRS)

Pertama, adanya sistem informasi (SI) juga mampu memberikan pelayanan yang lebih berkualitas. Dimana, segala bentuk proses pendaftaran, pemilihan ruang, konsultasi kesehatan, hingga pembelian obat-obatan telah terintegrasi dengan sistem aplikasi yang dibangun. Sehingga, anda tidak perlu khawatir lagi, karena akses informasi dan proses administrasi dapat dikerjakan baik secara online maupun offline (datang ke rumah sakit langsung).

2. Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS)

Fungsi yang kedua, SI juga berperan sebagai pengatur atau mengelola proses manajemen terkait internal maupun eksternal lembaga penyedia layanan kesehatan. Dalam hal ini rumah sakit bertanggung jawab dalam memberikan akses kemudahan terkait manajemen dan pengelolaan data pasien, maupun informasi alat dan obat kesehatan lainnya.

Proses dan Tahap Pengembangan Sistem Informasi Rumah Sakit

Pada dasarnya, penggunaan sistem ini sangat bergantung pada tingkat kebutuhan manajemen di rumah sakit tersebut. Kualitas pelayanan di rumah sakit juga bergantung pada kecepatan dan ketepatan dalam pengambilan sebuah keputusan, yang sangat berpengaruh kepada pasien. Kecenderungan dari pemanfaatan teknologi juga akan berimbas dengan pengurangan dalam penggunaan bahan kertas sebagai media pencatat aktivitas medis. 

Upaya pengembangan SIRS tidak hanya sekedar untuk perangkat desktop atau berbasis web saja. Namun, aplikasi rumah sakit saat ini sudah dapat diakses secara responsif di berbagai perangkat, mulai mobile, tablet, hingga laptop. Layanan informasi rumah sakit yang sebelumnya hanya berbasis SMS saja, telah terintegrasi secara penuh dengan melayani proses registrasi antrian pasien, jadwal praktik dokter, dan fitur feedback. 

Dengan adanya sistem informasi rumah sakit ini, maka dapat mendukung proses perencanaan dan pengambilan keputusan secara terpadu dan bersifat kredibel. Dengan penyusunan sub-sistem yang telah terbentuk, maka dapat meminimalisir kerugian sedini mungkin. Dukungan internet menjadi faktor penting untuk dapat memperluas jangkauan target pengguna aplikasi, sehingga mampu memberikan informasi yang lebih berkualitas dan terpercaya.

Baca juga: Pengertian Sistem Informasi dan Contoh Penerapan pada Dunia Industri

Contoh Penerapan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit

Berikut ini, terdapat beberapa contoh dari penggunaan SIMRS di Indonesia.

1. RSUD Banyumas

Salah satu contoh implementasi dari aplikasi SIMRS berbasis web adalah RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Banyumas, yang telah menerapkan sistem informasi keperawatan berbasis komputer. Sistem tersebut sudah menggunakan NANDA (North American Nursing Diagnosis Association), NIC (Nursing Intervention Classification) dan NOC (Nursing Outcome Classification) yang dikembangkan oleh staf perawat di RSUD Banyumas. 

Dalam rumah sakit tersebut, tepatnya di beberapa bangsal, perawat telah menggunakan perangkat laptop, wifi, dan PC (personal computer) untuk membuat dokumentasi hasil keperawatan. Sistem ini mempermudah tenaga medis dalam memonitoring kegiatan pasien (client) yang ingin berkonsultasi maupun mendapatkan perawatan lebih lanjut. Supaya, segera dapat memasukkan data terbaru dengan akurat dan efisien. 

Selain itu, intervensi yang telah dilakukan ke dalam komputer pada setiap bangsal, mampu mengurangi kesalahan dalam dokumentasi hasil tindakan pemeriksaan yang sudah dilakukan. Adapun manfaat lain dari sistem ini yaitu meningkatkan kualitas dan meningkatkan produktivitas kerja, serta memudahkan komunikasi antara tim kesehatan dan klien.

2. RS Margono Soekarjo

Pelayanan rumah sakit pada umumnya terbagi menjadi dua bagian besar, yaitu pelayanan yang bersifat medis dan non-medis. Untuk RS Margono Soekarjo saat ini telah mengimplementasikan sistem informasi berbasis komputer untuk mendukung pelayanan bersifat non-medis, yaitu Computerized Billing System (CBS).

Sistem tersebut merupakan contoh sistem pengolahan transaksi secara elektronik untuk menangani fungsi pelayanan dalam bidang administrasi dan keuangan. Dimana, sistem ini dapat menjamin tingkat pengelolaan keuangan rumah sakit yang cepat, transparan, dan bertanggung jawab. 

Dengan menerapkan sistem ini, maka dapat memudahkan setiap keluarga pasien untuk melihat rincian biaya yang harus dibayar. Dikarenakan mulai dari daftar obat, biaya tindakan dokter, hingga biaya rawat inap sudah diketahui secara langsung (real-time) melalui tampilan layar komputer.

Baca juga: Pengembangan Aplikasi Billing System Rumah Sakit 

3. Klinik Gadjah Mada Medical Center dan RSU PKU Muhammadiyah Bantul

Untuk pelayanan yang bersifat medis, contohnya seperti rekam medis berbasis komputer. Secara prinsip, digunakan untuk dapat mencatat semua data medis, demografis, serta event setiap pasien di dalam rumah sakit. Nantinya, akan disimpan secara digital dalam bentuk database (basis data) pada perangkat komputer. 

Aplikasi ini memberikan kemudahan untuk menyimpan, memperbaharui, dan mencari catatan medis pasien secara lengkap dan cepat. Saat ini, klinik Gadjah Mada Medical Center telah menggunakan rekam medis berbasis komputer, khusus untuk melayani pasien rawat jalan saja. 

Selanjutnya, aplikasi sistem informasi rekam medis Rumah Sakit Umum PKU Muhammadiyah Bantul dapat mempersingkat proses pembuatan laporan. Serta, mampu menghasilkan luaran laporan yang valid dan relevan, sesuai dengan data yang diinputkan. 

Namun, rekam medis berbasis komputer di Indonesia tidak berkembang dengan begitu cepat. Mengapa demikian? karena banyak terjadi isu dari aspek finansial (keuangan), kesiapan SDM baik pengguna maupun tenaga medis, hingga terkendala dari segi legalitas. Oleh karena itu, untuk mendorong minat dan adopsi rekam medis berbasis komputer, perlu untuk mendorong potensi dari aplikasi tersebut dengan kegiatan sosialisasi secara berkala. 

Kesimpulan

  • Sistem informasi rumah sakit merupakan salah satu terobosan baru di dunia kesehatan, dimana mampu membantu proses pengelolaan dan manajemen data rumah sakit menjadi lebih transparan, aman, terpusat, dan fleksibel.
  • Kehadiran teknologi, khususnya komputer dalam SIRS sangat mendukung dan memberikan kemudahan pada proses manajemen setiap perangkat dan sumber daya yang ada di dalamnya.
  • Dengan adanya SIMRS ini, maka sangat membantu dalam proses pengolahan data dan menghasilkan informasi yang cepat, tepat, akurat, dan aktual, sesuai kebutuhan pengguna. Selain itu juga didukung dengan pengembangan aplikasi yang responsif dan lebih mudah digunakan oleh setiap pengguna (user).

Sekawan Media memiliki produk terkait pembuatan sistem informasi manajemen rumah sakit berbasis web. Dimana kami menawarkan paket pembuatan aplikasi yang telah terintegrasi dengan berbagai perangkat dan platform yang ada, baik Windows, Mac, Android, maupun iOS.



Source link

Ketahui Fungsi dan Kelebihan dari Penggunaan CRUD dalam Pemrograman


Di dalam dunia bahasa pemrograman sendiri, banyak sekali jenis fungsi, library, dan metode pengembangan yang digunakan. Salah satu fungsi yang paling umum dan sering diaplikasikan ke dalam source code adalah CRUD.

Istilah tersebut tentunya sudah tidak asing bagi kalangan pengembang, khususnya  back end developer. Biasanya, CRUD banyak digunakan untuk membangun program yang sifatnya dinamis seperti penggunaan database (basis data). Sehingga, bahasa SQL sendiri cukup populer untuk menggunakan fungsi yang satu ini.

Pada artikel kali ini, kami akan membahas sedikit berkaitan dengan pengenalan awal apa itu CRUD, beserta fungsi, kelebihan, dan cara kerjanya. Sehingga, kami harapkan anda dapat mengembangkan aplikasi sederhana atau bahkan sistem informasi dengan menerapkan fungsi ini.

Apa itu CRUD

CRUD adalah singkatan yang berasal dari Create, Read, Update, dan Delete, dimana keempat istilah tersebut merupakan fungsi utama yang nantinya diimplementasikan ke dalam basis data.

Empat poin tersebut mengindikasikan bahwa fungsi utama melekat pada penggunaan database relasional beserta aplikasi yang mengelolanya, seperti Oracle, MySQL, SQL Server, dan lain – lain.

Jika dihubungkan dengan tampilan antarmuka (interface), maka peran CRUD sebagai fasilitator berkaitan dengan tampilan pencarian dan perubahan informasi dalam bentuk formulir, tabel, atau laporan. Nantinya, akan ditampilkan dalam browser atau aplikasi pada perangkat komputer user.

Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh James Martin pada tahun 1983 dalam bukunya yang berjudul “Managing the Database Environment”.

Fundamental Fungsi

Secara konseptual, data diletakkan di lokasi penyimpanan sehingga konten dapat diperbarui dan dibaca. Sebelum file penyimpanan dibaca oleh sistem, maka lokasi perlu dibuat dan dialokasikan dengan konten. Untuk beberapa poin yang tidak diperlukan dapat dihapus agar tidak membebani sistem dan storage yang telah dialokasikan.

Fungsi dari CRUD

Terdapat empat poin penting dari akronim fungsi CRUD untuk mengembangkan perangkat lunak, baik berbasis web maupun mobile.

1. Create

Fungsi CRUD yang pertama adalah create, dimana anda dapat memungkinkan untuk membuat record baru pada sistem basis data. Jika anda sering menggunakan SQL, maka sering disebut dengan istilah insert.

Sederhananya, anda dapat membuat tabel atau data baru sesuai atribut dengan memanggil fungsi create. Akan tetapi, biasanya hanya posisi administrator saja yang dapat menambahkan atribut lain ke dalam tabel itu sendiri.

2. Read

Fungsi yang kedua adalah read, berarti memungkinkan anda untuk mencari atau mengambil data tertentu yang berada di dalam tabel dengan membaca nilainya. Fungsi read mempunyai kesamaan dengan fungsi search yang biasa anda temukan dalam berbagai perangkat lunak.

Hal yang perlu anda lakukan adalah dengan menggunakan kata kunci (keyword) untuk dapat menemukan file record dengan bantuan filter data berdasarkan kriteria tertentu.

3. Update

Fungsi CRUD yang ketiga adalah update, dimana berfungsi untuk memodifikasi data atau record yang telah tersimpan di dalam database. Namun, anda perlu untuk mengubah beberapa informasi terlebih dahulu agar dapat mengubah record sesuai kebutuhan anda.

Untuk pengisian update data anda juga perlu menyesuaikan nilai atribut sesuai dengan form yang tersedia agar tidak ada kesalahan saat pemrosesan data di dalam server.

4. Delete

Fungsi yang terakhir adalah delete, dimana ketika anda tidak membutuhkan sebuah record lagi, maka data tersebut perlu untuk dihapus. Sehingga, anda perlu untuk menggunakan fungsi delete untuk memproses aktivitas tersebut.

Beberapa software terkait database relasional mengizinkan anda untuk menggunakan soft dan hard delete. Untuk soft delete berfungsi untuk memperbarui status baris yang menunjukkan bahwa data akan dihapus meskipun informasi tersebut tetap ada.

Sedangkan, untuk hard delete bertujuan untuk menghapus catatan pada basis data secara permanen.

Kelebihan dari Penerapan CRUD

Terdapat beberapa keuntungan apabila anda menggunakan CRUD ini, diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Digunakan oleh Berbagai Bahasa Pemrograman

Fungsi CRUD terkenal dengan fleksibilitasnya, sehingga dapat digunakan dan diimplementasikan ke dalam banyak bahasa pemrograman, seperti JavaScript, PHP, SQL, Ajax, Java, Python, dan lain – lain.

Selain itu, juga dapat dipergunakan dalam berbagai framework, seperti Codeigniter dan Laravel. 

© Pexels

2. Operasi Pemrograman yang Cukup Kompleks

Kelebihan yang kedua, CRUD juga termasuk fungsi esensial untuk dapat dipahami. Sehingga, ada beberapa saat ketika anda akan merasakan kesulitan saat memahami pemrograman komputer sebelum anda benar – benar paham terkait materi ini.

3. Mendukung Tampilan UI Berjalan dengan Baik

Keuntungan yang ketiga, fungsi CRUD juga mendukung tampilan user interface menjadi lebih terkontrol, akurat, dan tepat sasaran. Dimana, berbagai tipe data dapat ter- define sesuai dengan atribut dan nilai masing – masing.

Cara Kerja Sistem CRUD

Untuk pengaplikasian dari fungsi ini, anda dapat mempelajari tutorial lengkapnya di website Codecademy atau melalui situs W3School. Yang paling penting dan harus anda perhatikan dalam menyusun fungsi tersebut, anda perlu untuk memastikan bahwa program anda telah terkoneksi dengan database.

Sebenarnya, terdapat beberapa variasi lain dari CRUD yang diterapkan pada Restful APIs, terletak pada sistem HTTP. Berikut terdapat beberapa variasi, yang meliputi:

  • BREAD (Browse, Read, Edit, Add, Delete)
  • CRAP (Create, Replicate, Append, Process)
  • CRUDL (Create, Read, Update, Delete, List)
  • DAVE (Delete, Add, View, Edit)

Kesimpulan

  • CRUD adalah fungsi yang dapat digunakan untuk diterapkan pada sistem basis data yang membantu proses pengolahan informasi secara sistematis.
  • Operasi pemrograman yang diterapkan adalah membuat, membaca, meng-update, dan menghapus data.
  • Kelebihan dari fungsi ini adalah mampu diaplikasikan ke dalam berbagai bahasa pemrograman yang mempunyai paradigma masing – masing, serta membantu dalam pemrosesan database secara optimal.

Sekawan Media membuka jasa pembuatan aplikasi Android dan iOS terpercaya di Indonesia. Hubungi kontak kami untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

The post Ketahui Fungsi dan Kelebihan dari Penggunaan CRUD dalam Pemrograman appeared first on Sekawan Media | Software House & System Integrator Indonesia.



Source link

Pengertian, Fungsi, dan Cara Menggunakannya


Di masa pandemi, kegiatan yang sifatnya offline atau konvensional harus dilaksanakan melalui pembatasan dengan protokol kesehatan cukup ketat. Sehingga, solusi bagi tiap programmer di berbagai daerah untuk tetap produktif adalah dengan melaksanakan WFH (Work From Home). Dimana, salah satu platform yang dapat menunjang untuk kolaborasi antar developer adalah Github.

Github merupakan salah satu platform yang sangat familiar bagi kalangan developer di seluruh dunia. Namun, bagi anda yang belum mengetahui fungsi atau cara menggunakannya, kami akan menjelaskan beberapa hal penting seputar Github.

Pengertian Github

Platform Github adalah layanan web host untuk kebutuhan pengembangan perangkat lunak di kalangan back end developer dengan sistem kendali Git Version. Pada praktiknya, platform ini mampu memberikan akses kontrol dan kolaborasi antar tiap developer untuk dapat memanajemen tugas, perbaikan bug, dan pembuatan dokumentasi pada proyek.

Github juga menawarkan paket repositori secara personal dan gratis pada penggunaan akun yang sama. Selain itu juga tersedia dengan paket open source untuk memudahkan pengguna dalam mengakses berbagai fitur di dalam situs tersebut.

Pada bulan April 2017 lalu, jumlah total pengguna dari layanan Github telah mencapai lebih dari 20 juta pengguna, serta lebih dari 57 juta repository. Sehingga, membuat platform ini menjadi penyedia source code terbesar di dunia.

© Unsplash

Mengenal Version Control System

Sistem kendali versi atau version control system merupakan suatu sistem yang berfungsi untuk mencatat setiap perubahan pada format file, sehingga untuk semua history dapat terekam dengan baik dan dapat diakses kembali.

Ketika programmer membuat proyek baru, maka setiap user dapat melakukan perubahan atau pembaharuan terhadap kode masing – masing. Fitur utama dalam Git mampu untuk menyimpan banyak salinan kode program pada repository agar tidak tertimpa dengan kode yang lain.

Penjelasan Mengenai Apa itu Hub

Definisi umum dari Hub adalah komponen penting dalam sistem Github. Dimana, Hub berfungsi untuk mengubah perintah berbasis command line (sama seperti Git), menjadi jaringan media sosial untuk kalangan developer

Di dalam Github sangat mungkin untuk anda dapat berkontribusi dalam project tertentu dan mampu berkomunikasi secara langsung dengan pengguna aktif yang lainnya.

Keuntungan Menggunakan Github

Selain menjadi wadah untuk melakukan kolaborasi antar programmer, Github juga memberikan berbagai kemudahan yang dapat dirasakan dari sisi pembuatan software. Setidaknya, terdapat tiga kelebihan atau manfaat yang dapat dimanfaatkan secara langsung saat menggunakan platform tersebut.

1. Monitoring Setiap Perubahan yang Terjadi dalam Program

Keuntungan yang pertama berkaitan erat dengan penggunaan version control. Dimana, hal tersebut bukan sekedar untuk menjamin sistem keamanan saja. Melansir dari sumber situs The Balance Careers, Github mempunyai sistem changelog yang berfungsi untuk melihat setiap aktivitas atau perubahan di dalam program tersebut.

Lebih mudahnya, anda dapat menganalogikan dengan pemakaian Google Docs yang dikerjakan bersama tim. Sehingga, anda dapat lebih mudah untuk melihat siapa saja yang sedang melakukan perubahan pada berbagai kegiatan secara real – time.

2. Sebagai Tempat untuk Kolaborasi dengan Tim

Pada dasarnya, untuk mengerjakan sebuah proyek yang membutuhkan kerja sama tim, maka perlu adanya tools atau teknologi khusus untuk membantu proses integrasi sistem menjadi lebih efektif. Nah, Github menjadi salah satu solusi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. 

Aplikasi ini sangat mampu untuk menunjang kebutuhan dalam kolaborasi antar tiap tim atau divisi. Salah satu fitur yang sering dipakai adalah terkait permintaan review. Fitur ini banyak dimanfaatkan untuk kebutuhan dalam meminta saran atau masukan (feedback) kepada atasan maupun rekan kerja.

3. Untuk Menunjang Portofolio Anda

Manfaat yang terakhir, Github sangat efisien untuk menjadi media pembuatan sebuah portofolio dalam memenuhi kebutuhan karier anda. Dimana, anda lebih mudah untuk mendokumentasikan setiap kegiatan yang berhubungan dengan pemrograman, keahlian dalam membuat kode program (source code), hingga pembuatan repository.

Fitur Github Pages bertujuan untuk membuat halaman sendiri dan mampu diintegrasikan dengan akun Github anda. Sehingga, anda perlu untuk menuliskan alamat portofolio secara tepat.

Istilah Penting dalam Github

Setelah mengetahui beberapa hal berkaitan dengan penggunaan dari Github sendiri, selanjutnya masuk pada pembahasan mengenai istilah – istilah penting dalam aplikasi tersebut.

  • Repo / Repository: Tempat atau folder untuk meletakkan project.
  • Commit: Fitur rekaman atau snapshot dari repository (menyimpan riwayat perubahan).
  • Checkout: Melakukan perpindahan ke dalam perubahan tertentu.
  • Hash: Penanda unik pada commit.
  • Merge: Menggabungkan dua komponen branch atau lebih.
  • Branch: Suatu cabang dari perubahan.
  • Remote: Sumber daya (resource) yang mempunyai repository.
  • Push: Mengirim commit menuju repository.
  • Pull: Mengambil sebuah commit dari repository.
  • Clone: Mengambil repository dari sebuah remote.

Cara Menggunakan Github

Berikutnya, anda juga perlu untuk mengetahui bagaimana cara menggunakan Github yang tepat dan mendukung produktivitas kerja anda. Berikut ini terdapat beberapa tips yang dapat diimplementasikan.

1. Masuk ke dalam Github dan Buat Akun Anda

Yang harus anda lakukan pertama kali adalah masuk ke dalam situs resmi dari Github dan buat akun terlebih dahulu apabila anda belum pernah membuat sebelumnya. Setelah berhasil mendaftar, anda dapat melanjutkan dengan login ke dalam form yang tersedia.

2. Membuat Repository Baru

Setelah berhasil masuk, maka anda akan diarahkan menuju beranda atau halaman utama dari Github. Berikutnya, anda dapat menekan button new” di atas repositories. Kemudian, isilah dengan “(username Github anda).github.io” dan menekan tombol “create repository. 

github interface

© Unsplash

3. Mulai Upload Dokumen Portofolio Anda

Langkah selanjutnya, anda hanya perlu untuk meng- upload file dokumen portofolio anda ke dalam repository. Tunggu hingga proses pemindaian berhasil 100%. Untuk proses berikutnya, anda dapat melakukan kegiatan tersebut untuk dokumentasi proyek yang lain sesuai kebutuhan anda.

Kesimpulan

  • Github adalah platform yang banyak digunakan untuk kebutuhan kolaborasi antar tiap developer agar dapat membangun perangkat lunak secara sistematis dan fleksibel.
  • Keuntungan dari penggunaan platform ini terletak pada proses monitoring untuk setiap perubahan yang dilakukan, kemudian menjadi wadah untuk menampung hasil portofolio di bidang software development, serta kolaborasi kerja yang efisien untuk developer.
  • Proses pembuatan akun Github sangat mudah, anda dapat langsung mengunjungi situs resminya dan mulai aktif dalam mengunggah berbagai dokumentasi proyek terkait kode program aplikasi.

Sekawan Media membuka jasa pembuatan aplikasi Android dan iOS profesional dan bergaransi. Jika anda tertarik, silakan hubungi kontak kami untuk mendapatkan penawaran terbatas.



Source link

Definisi, Tugas, Karier, Gaji, dan Tanggung Jawab


Dalam meningkatkan produktivitas dan efektivitas bisnis, teknologi dan infrastruktur sangat penting untuk tetap diperhatikan. Tentu saja, terdapat peran penting di dalamnya untuk dapat mengatur urusan tersebut. Jabatan atau posisi yang tepat untuk mengemban tugas tersebut adalah CTO atau dikenal dengan chief technology officer.

Jabatan tersebut terbilang sangat krusial di dalam bisnis berbasis startup hingga berskala enterprise. Baik perusahaan yang terjun di sektor industri maupun non-industri membutuhkan sosok tersebut. 

Pada artikel kali ini, kami akan memberikan beberapa penjelasan berkaitan dengan karier, tugas dan tanggung jawab menjadi CTO.

Apa itu CTO

CTO adalah salah satu posisi penting yang bertanggung jawab dalam mempunyai kewenangan khusus untuk membuat sebuah keputusan berkaitan dengan teknologi dan seluruh infrastruktur kerja yang ada. Posisi ini termasuk ke dalam tim eksekutif dalam sebuah perusahaan, dan mempunyai jabatan yang sama dengan COO, CFO, atau CMO.

Sebagai pemangku kepentingan tertinggi dalam bidang teknologi, maka posisi ini mempunyai kewajiban untuk memimpin seluruh departemen, divisi, atau tim engineering. Sehingga, segala bentuk riset terkait urusan tools, resources, dan teknologi yang digunakan perusahaan dapat terlaksana dengan optimal.

Gaji yang Dimiliki oleh Chief Technology Officer

Berapakah gaji yang diberikan untuk jabatan eksekutif seorang chief technology officer? Untuk rata – rata pendapatan dari CTO sendiri menyesuaikan dengan kondisi dan struktur sebuah perusahaan. Selain itu juga menyesuaikan dengan jumlah rata – rata pendapatan di setiap daerah.

Menurut sumber dari website Katadata, pada tahun 2020 gaji CTO mencapai 1,9 miliar per tahun. Sehingga, pendapatan mereka dapat mencapai 83,3 juta hingga 158,3 juta rupiah untuk tiap bulannya.

Tugas dan Tanggung Jawab Seorang CTO

Pada dasarnya, tugas dan tanggung jawab utama dari seorang CTO adalah memastikan bahwasannya setiap teknologi yang sedang digunakan mampu menunjang kebutuhan perusahaan, serta mengikuti trend terbaru yang lebih fleksibel dan canggih (advanced).

Mengapa demikian? Dikarenakan, apabila kita membangun sebuah bisnis yang optimal, maka kita perlu untuk mengalahkan kompetitor kita secara profesional. Pasalnya, perusahaan yang gagal untuk mengikuti perkembangan teknologi terbaru akan jauh tertinggal dengan kompetitor bisnis yang lainnya.

Tugas berikutnya, chief technology officer juga memonitoring dan memastikan kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) mampu berkompetisi dengan produktif dan sehat. Untuk dapat meningkatkan kompetensi pada setiap karyawan, maka diperlukan adanya guideline, pelatihan, dan arahan yang tepat sesuai dengan masing – masing jobdesk yang telah diberikan.

Chief technology office di luar hal tersebut juga bertanggung jawab dalam menyusun, membuat, merancang, dan menetapkan kebijakan teknis untuk menghasilkan komponen produk yang strategis sesuai niche bisnis tersebut.

Kemudian, juga mampu untuk menjelaskan kepada departemen atau divisi non-teknis agar tetap memastikan aktivitas kerja berada di jalur yang tepat. Dan tugas yang paling penting, CTO juga bertanggung jawab dalam mengembangkan produk dan teknologi terbaru untuk tetap memastikan sistem operasional bisnis perusahaan berjalan dengan semestinya.

Jenjang Karier dan Skill yang Dibutuhkan

Terdapat beberapa kemampuan dan jenjang khusus agar dapat menempati posisi sebagai CTO di dalam sebuah perusahaan. Berikut ini kami akan jelaskan beberapa hal penting yang perlu diperhatikan.

  • Karier Menjadi CTO Profesional

Untuk dapat mencapai tingkat eksekutif, dengan menjadi chief technology officer atau direktur teknologi tentunya tidak mudah. Terdapat beberapa faktor utama selain pengalaman dan kemampuan teknis yang mumpuni.

Pertama, anda dapat merintis karier dari tingkat yang paling kecil misalnya menjadi developer atau engineer. Langkah selanjutnya, anda perlu untuk meningkatkan pengetahuan dan pengalaman anda lebih dalam di bidang teknologi atau product development.

© Unsplash

Sehingga, anda dapat menjadi engineer lead dan mampu memimpin beberapa anggota developer yang lain untuk mengerjakan suatu produk atau proyek. Kemudian, jika anda mempunyai cukup pengalaman dan telah mengerjakan berbagai proyek dengan hasil yang maksimal, anda dapat mencapai posisi sebagai project manager.

Posisi tersebut tentunya memiliki tanggung jawab yang lebih berat, dimana anda tidak hanya menguasai ilmu di bidang development saja, namun juga perlu untuk mempelajari marketing, management, dan finance untuk membangun sebuah produk.

Setelah anda memiliki cukup pengalaman dan karier kerja anda sudah memenuhi standar kualifikasi yang baik, maka anda dapat dipromosikan sebagai CTO. Dimana, anda mempunyai peran penting dalam membangun RnD (Research and Development) yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan kantor anda.

Setidaknya, terdapat 7 skill penting yang perlu untuk diperhatikan dan dimiliki agar dapat memulai mencapai posisi sebagai chief technology officer, diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Consumer Liaison

Kemampuan yang pertama, anda perlu untuk mempunyai keahlian dalam berkomunikasi agar dapat menjadi penghubung antara pelanggan dan bisnis. Dimana, anda perlu untuk menjelaskan terkait market research (target pasar) dan membantu dalam memperkenalkan produk ke target konsumen.

2. Strategic Planner

Kedua, mampu berpikir strategis dan sifatnya adalah global. Karena, CTO berkewajiban khusus dalam memantau setiap perkembangan dari berbagai divisi mulai dari developer, UI/UX, designer, DevOps, SEO Specialist, dan lain sebagainya.

Sangat penting untuk memiliki pandangan dan pikiran yang luas, sehingga dapat menyelesaikan masalah serta memberikan solusi yang paling efisien bagi kebutuhan bisnis. 

3. Infrastructure Overseer

Ketiga, CTO juga penting untuk memiliki kemampuan dan dasar pengetahuan terkait keamanan, jaringan, pemeliharaan berbagai sistem dan teknologi yang digunakan.

Selain itu, juga sangat penting untuk merancang dan mengembangkan roadmap bisnis mengenai teknologi yang digunakan untuk kedepannya. Sehingga, setiap posisi dalam sebuah tim dapat tersinkronisasi dengan baik dan mampu beradaptasi dengan lebih cepat untuk mencapai goals utama bisnis.

4. Thinker

Keempat, CTO juga mempunyai kedekatan dengan CEO serta anggota manajemen senior yang lain dalam mendorong ketersediaan teknologi yang tepat guna dan efektif. Selain itu juga menyiapkan perihal penyusunan strategi perusahaan, model bisnis, dan analisa target pemasaran produk yang tepat.

5. Constant Education

Kelima, untuk dapat menjadi CTO professional, anda perlu untuk terus belajar dan belajar lebih giat lagi. Menyesuaikan dengan kebutuhan dan tren teknologi terbaru saat ini, maka kita perlu untuk meningkatkan expertise agar tidak tertinggal dalam persaingan di era digitalisasi saat ini.

Pendidikan juga menjadi suatu hal yang penting dan tidak boleh diremehkan. Dengan terus mengasah skill dan meningkatkan insight, maka anda mampu memperoleh pengalaman yang lebih banyak dan mampu memberikan solusi terbaik untuk bisnis anda.

6. People Skills

Keenam, apabila anda telah menjadi tim eksekutif di sebuah perusahaan, tentunya perlu untuk memiliki sikap dalam menginspirasi orang di sekitar anda. Begitu juga dengan pekerjaan CTO ini, anda perlu bergerak lebih cepat dan mendorong tim untuk berjalan di ritme dan visi yang sama.

Perlu untuk menumbuhkan sikap empati dan jiwa kepemimpinan yang besar agar mampu menggerakkan bisnis perusahaan untuk jangka waktu yang panjang.

7. Time Management

Skill yang terakhir, manajemen waktu merupakan kunci sukses seseorang dalam berkarier. Dimana, anda perlu menentukan dan membagi waktu seoptimal mungkin agar setiap aktivitas dapat terselesaikan tepat waktu.

Hal tersebut tentunya sangat menunjang produktivitas kerja dan mampu meningkatkan semangat dalam mencapai objectives atau goals dalam bisnis anda.

Kesimpulan

Chief technology officer merupakan posisi eksekutif khusus yang menangani urusan manajemen teknologi, serta infrastruktur penunjang kebutuhan riset dan pengembangan produk. Untuk dapat mencapai posisi tersebut, anda perlu untuk menguasai beberapa disiplin ilmu berkaitan dengan perangkat lunak, keras, jaringan, atau sistem informasi manajemen lainnya. Pastikan juga untuk selalu mengikuti tren teknologi terbaru untuk dapat bersaing dengan kompetitor bisnis anda.

Sekawan Media menyediakan jasa pembuatan website profesional untuk membantu dalam memasarkan produk atau layanan anda di mesin pencari Google secara SEO friendly.



Source link

Pentingnya Service Level Agreement (SLA) untuk Bisnis


Di dalam dunia business management, salah satu faktor penting agar setiap pihak atau pemangku kepentingan menjalankan kewajibannya adalah dengan menuntaskan service level agreement (SLA). Perjanjian ini pada umumnya akan melibatkan beberapa pihak yang dibentuk atas dasar kesepakatan dengan standar penyesuaian aturan bisnis agar berjalan dengan lancar.

Jika anda berkarier di manajemen dan bisnis, maka salah satu bentuk kontrak ini wajib anda pahami untuk dapat memulai sebuah proyek. Oleh karena itu, pada artikel kali ini akan lebih dalam membahas terkait pengertian, tipe, komponen, hingga manfaat dari SLA.

Apa itu SLA

Definisi umum dari SLA atau service level agreement adalah kontrak (perjanjian) yang menetapkan berbagai kewajiban dan telah mendapat persetujuan dari satu pihak untuk dapat diberikan kepada pihak yang lain.

Kontrak ini dibentuk di antara badan bisnis dan pelanggan, atau digunakan untuk departemen yang memberikan layanan secara repetitif (berulang) kepada departemen lain. SLA mulai dirancang saat perusahaan sedang menerima pelanggan atau customer baru.

Hal tersebut akan berbeda, jika perjanjian dibentuk oleh tim sales atau marketing. Yang mana isi atau komponen dalam kontrak tersebut akan menjelaskan berkaitan dengan tujuan (goals) pemasaran. Sehingga, kedua tim tersebut juga dapat menggunakan dokumen ini untuk tujuan yang sifatnya berbasis data (numerik), serta mendukung aktivitas pemasaran produk dan layanan.

Tipe Service Level Agreement

Setidaknya, terdapat tiga jenis SLA yang sering digunakan di kalangan marketer. Berikut merupakan beberapa penjelasan mengenai tiga kategori tersebut.

1. Service Level Agreement Berbasis Layanan

Tipe yang pertama, untuk setiap pelanggan yang telah bekerja sama dengan penyedia jasa layanan akan menerima persyaratan sesuai dengan paket dan fitur yang berlaku. Sehingga, penyedia jasa dapat memberitahukan dengan jelas untuk setiap service yang dimiliki sesuai dengan kebutuhan klien.

2. Service Level Agreement Berbasis Pelanggan

Tipe yang kedua, penyedia layanan dan pelanggan merumuskan pembuatan SLA berdasarkan jenis service yang akan disampaikan kepada user. Contohnya, Penyedia layanan berbasis IT membantu bisnis anda dalam membuat sistem informasi manajemen kantor.

3. Service Level Agreement Multi-Level

Tipe yang ketiga, SLA dapat menentukan rangkaian pelanggan dengan menggunakan layanan tunggal saja.

Komponen dari SLA

Setelah mempelajari terkait jenis dari service level agreement, selanjutnya masuk pada pembahasan mengenai komponen atau konten apa saja yang perlu masuk ke dalam SLA. 

Berikut ini adalah unsur-unsur yang sangat umum ditemukan dalam pengembangan SLA secara komprehensif.

1. Deskripsi Layanan

Di dalam pembuatan SLA yang baik, perlu untuk menambahkan deskripsi layanan, didukung dengan pemaparan yang baik dan objektif. Dengan pemaparan yang tepat, maka transparansi dari kerja sama yang dilakukan antara penyedia dan pengguna layanan dapat terjalin dengan baik.

2. Durasi Layanan

Durasi layanan juga sangat perlu untuk dicantumkan agar pengguna dapat mengetahui dengan pasti waktu untuk mengakses fitur atau service yang ditawarkan. 

3. Respons Penyedia

Komponen ketiga erat hubungannya dengan waktu, dimana SLA juga harus mampu untuk mengatur seberapa cepat layanan dapat diberikan kepada pelanggan, serta mampu memberikan feedback kepada pihak pengelola layanan.

4. Prosedur Pelaporan

Prosedur pelaporan harus tertuang di dalam pembuatan SLA. Mengapa demikian? Karena setiap laporan dan kendala operasional dari semua pihak harus terdokumentasi dengan jelas.

5. Perkembangan Kerja

Perkembangan kerja juga sangat penting untuk dilampirkan di dalam laporan SLA. Dimana, isi atau konten yang termuat merupakan beberapa laporan mengenai setiap progress dan perkembangan aktivitas kerja pada setiap stakeholders.

6. Konsekuensi

Komponen yang berikutnya, service level agreement juga harus memuat beberapa hal mengenai apa saja konsekuensi yang diterima. Jika penyedia layanan gagal untuk memenuhi kewajiban sesuai dengan standar yang diberikan.

7. Kendala dalam Pengerjaan

Unsur yang terakhir, memuat beberapa permasalahan atau kendala yang nantinya dapat dimaklumi oleh pihak pengguna. Detail dari SLA nantinya dapat memenuhi capaian target dan ekspektasi agar bisnis dapat berjalan dengan lancar dan mampu tumbuh lebih cepat dan pesat.

Contoh Pengguna Service Level Agreement

Siapa sajakah yang menggunakan SLA? Pada umumnya perjanjian ini banyak digunakan di dunia IT yang berkecimpung pada bisnis penyedia layanan. Dimana, lebih banyak mengandalkan bantuan dari layanan sifatnya eksternal seperti hosting, cloud computing, ISP, dan lain sebagainya.

Apabila anda mempunyai bisnis di bidang penyedia layanan, maka anda juga bisa menerapkan SLA untuk mengatur urusan perjanjian secara resmi.

Manfaat Pembuatan SLA

© Unsplash

Terdapat beberapa alasan dan keuntungan, mengapa anda harus memanfaatkan service level agreement untuk bisnis kedepannya.

  • Tujuan dari penggunaan service level agreement adalah untuk memastikan bahwasannya perusahaan atau industri mampu mencapai ekspektasi atau proyeksi target berdasarkan tolak ukur (benchmarking) yang telah ditetapkan sebelumnya.
  • SLA juga mempunyai manfaat untuk menerapkan strategi user centered, dimana fokus layanan digunakan untuk tetap memperhatikan kualitas bisnis agar output yang dapat dirasakan customer dapat membawa feedback yang baik.
  • Keuntungan berikutnya adalah mampu memastikan performa tolak ukur menggunakan metrik dengan standar kinerja pada tiap stakeholders.
  • Dengan adanya kontrak khusus ini, maka setiap pihak dapat menerima segala bentuk konsekuensi sesuai dengan hukuman atau penalti yang telah tercantum.

Cara Menghitung SLA

Nah, setelah membahas beberapa hal mengenai proses penyusunan dan komponen apa saja yang perlu untuk termuat dalam SLA, maka berikutnya masuk pada sub topik yang lebih menarik. Dimana, kami akan memberikan tips dan trik bagaimana cara menghitung nilai dari service level agreement.

Pada dasarnya, SLA tidak dijelaskan secara eksplisit berkaitan dengan surat penawaran atau penawaran produk. Namun, yang pasti perjanjian ini dapat disampaikan dalam bentuk persentase dengan cara mengonversi ke dalam perhitungan yang lebih matematis.

Proses perhitungan ini berdasarkan ilustrasi contoh yang berhubungan dengan penyedia jasa layanan internet (ISP).

  • Rumus dasar: 24 jam * jumlah total hari dalam 1 bulan = 100%
  • Maka, jika ISP telah menentukan besaran dari nilai SLA sebesar 100%, maka jaminan dari uptime sebesar 7*24 jam (selama seminggu).
  • Jadi, apabila persentase tidak mencapai angka tersebut, katakanlah 90% saja. Maka perhitungannya menjadi 24*30=720jam*10% (1 bulan = 30 hari). Sehingga, dalam waktu 1 bulan, uptime yang tidak dijamin adalah 70 jam 20 menit.

Kesimpulan

  • Service level agreement adalah perjanjian khusus yang telah ditetapkan oleh satu pihak untuk diserahkan kepada pihak perusahaan yang lain sebagai bukti tertulis terjalinnya kerja sama bisnis.
  • Terdapat tiga jenis dari SLA, yaitu service level agreement berbasis layanan, pelanggan, dan multi-level.
  • Komponen dari SLA terdiri atas beberapa bagian, di antaranya adalah deskripsi dan durasi layanan, respons penyedia, prosedur pelaporan, konsekuensi, serta perkembangan kerja.

Sekawan Media membuka jasa pembuatan aplikasi Android dan iOS untuk membantu percepatan bisnis anda di era digitalisasi saat ini. 



Source link

Definisi, Fungsi, Sejarah, Manfaat, dan Cara Membuat


Kesuksesan Google tidak dicapai dengan mudah, tentunya membutuhkan resources yang sangat besar untuk mencapai titik tertinggi sebagai search engine terbesar di dunia. Hal tersebut tidak lepas dari penerapan objectives and key results atau disingkat OKR yang telah dipakai untuk mengembangkan performa bisnis lebih baik dari tahun ke tahun.

Sehingga, seiring dengan perkembangan zaman banyak perusahaan dan startup yang mengimplementasikan penggunaan dari metode OKR untuk kebutuhan bisnis mereka. Namun, masih banyak juga perusahaan yang lazim menggunakan metode KPI atau key performance indicator. Lantas apa perbedaan dari kedua istilah tersebut?

Nah, pada artikel kami kali ini, akan membahas seputar sistem OKR dan bagaimana contoh penerapannya secara real, serta perbedaannya dengan KPI. Namun, sebelum membahas topik tersebut, ada baiknya jika anda mengenal terlebih dahulu apa itu yang dimaksud dengan OKR.

Apa itu OKR

Definisi dari OKR atau objectives and key results adalah suatu cara yang dapat dibuat oleh individu atau tim dengan mematok target yang sifatnya ambisius dan objektif, namun tetap terukur. 

Jadi, apabila anda membuat sebuah OKR, maka target yang akan anda capai harus berdasarkan data, fakta, dan dapat diukur dengan angka. Sehingga, objective yang akan anda ambil dapat terlihat dengan jelas kinerja dari tiap parameter progress –nya secara fleksibel.

Tujuan utama mengapa OKR dijadikan sebagai metode adalah untuk mengukur aktivitas kerja perusahaan, sebagaimana tujuan dari perusahaan harus mempunyai ambisi yang besar. Namun, masih di batasan realistis dan terukur proses pelaksanaannya.

Metode OKR memiliki dua unsur, yaitu objective dan key result. Untuk objective adalah target atau tujuan utama suatu kompetisi yang hendak dicapai oleh sebuah perusahaan, personal, maupun organisasi. Sehingga, objective harus bersifat ambisius, realistis, dan cenderung lebih kualitatif.

Kemudian, key result merupakan suatu tindakan yang terukur dan data yang dihasilkan bersifat kuantitatif. Oleh karena itu, setelah objective telah ditentukan maka pimpinan dan tim perlu untuk menentukan key result dari tujuan utama tersebut. 

Yang perlu diperhatikan juga adalah key result mempunyai rentang waktu tertentu (time bound) dengan tetap memperhatikan keputusan bersama dalam perusahaan atau tim.

MBO vs OKR vs KPI

Setelah mengetahui penjelasan terkait pengertian singkat dari OKR, kita masuk pada pembahasan yang menjadi topik bahasan di beberapa kalangan pebisnis. Apa itu? Biasanya sebagian besar orang telah mengetahui istilah dari KPI dan MBO. Lantas, apa perbedaan dari ketiga istilah tersebut?

Pertama, KPI atau Key Performance Indicator merupakan alat ukur untuk mengukur pencapaian pada tingkat tertentu pada bidang aktivitas yang indikator kerjanya akan dievaluasi.

Kedua, OKR merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur tujuan utama dari suatu proyek atau goals perusahaan.

Ketiga, MBO atau Management By Objectives adalah model strategi manajemen yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja sebuah organisasi dengan menetapkan tujuan atau objektif secara jelas kepada seluruh stakeholders.

Sejarah Terciptanya OKR

Sejarah lahirnya OKR terbilang cukup panjang, dimana pertama kali lahir dan dikembangkan oleh Peter Drucker pada tahun 1954. Pada awalnya, metode tersebut dikenal dengan sebutan MBO (Management By Objectives).

Kemudian, di tahun 1968, Andy Grove membangun perusahaan teknologi bernama Intel dimana saat ini menggunakan metode MBO. Dan pada akhirnya, metode tersebut hanya diadopsi dan dimodifikasi menjadi sistem OKR.  

Secara resmi, pada tahun 1974 John Doerr masuk ke perusahaan Intel dan mempelajari metode OKR secara komprehensif, serta mengimplementasikannya secara keseluruhan. Tidak berhenti disitu, John Doerr juga bekerja sebagai venture capitalist yang berinvestasi di Google pada tahun 1999.

Sehingga, sebagai seorang konsultan juga dia memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mempromosikan kepada founder dari Google, yaitu Sergey Brin dan Larry Page terkait OKR. Sejak saat itulah hingga sekarang, Google sukses memgembangkan bisnis dengan menggunakan metode tersebut dan telah diterapkan juga diterapkan di berbagai startup di seluruh dunia.

Cara Menyusun OKR

Setelah mengetahui sejarah singkat dari metode objective and key result, selanjutnya kita akan membahas mengenai bagaimana cara menyusun OKR yang tepat dan sesuai dengan bisnis anda.

1. Menentukan Tools yang akan Digunakan

Pertama, anda perlu untuk menentukan terlebih dahulu tools atau teknologi yang akan digunakan dalam membuat sebuah OKR. Anda dapat mulai mencoba membuat dengan menggunakan bantuan aplikasi berbasis web, mobile, atau spreadsheet yang lebih mudah.

2. Merancang OKR

Tahap kedua, anda dapat mulai merancang OKR dengan tetap memperhatikan goals utama perusahaan atau organisasi. Yang terpenting, pastikan objective yang anda targetkan terkesan ambisius dan realistis.

3. Menyusun Rancangan OKR untuk Perusahaan

Langkah selanjutnya, anda perlu untuk merancang metode OKR untuk kebutuhan perusahaan. Jadi, yang berhak untuk menentukan dan membuat adalah pimpinan (direksi) perusahaan karena mereka yang paling mengetahui seluk beluk dan goals perusahaan kedepannya.

4. Membuat Struktur OKR untuk Tim

Setelah membuat objective untuk perusahaan, langkah berikutnya adalah melakukan expand objektif menjadi sub-objektif untuk masing-masing divisi. Yang mana, nantinya dari masing-masing tim mempunyai key result yang berbeda disesuaikan dengan tugas dan tanggung jawabnya.

5. Membuat Struktur OKR untuk Perorangan

Langkah terakhir, menyusun objective and key result untuk perorangan dengan tetap menyesuaikan dari goals masing-masing tim. Oleh karena itu, OKR harus berjalan selaras mulai dari tingkat atau lapisan tertinggi hingga sistem terbawah.

Manfaat dari Objectives and Key Results

Terdapat beberapa keuntungan dari penggunaan OKR bagi bisnis anda, diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Mampu Menyatukan Perusahaan

Manfaat pertama, OKR dapat menyatukan setiap departemen mulai dari tingkat tertinggi hingga terendah dengan fokus utama pada goals perusahaan yang telah ditentukan. Sehingga, komunikasi antar tiap tim menjadi lebih selaras, efektif, dan efisien.

2. Setiap Karyawan dapat Bekerja Lebih Fokus

Keuntungan yang selanjutnya, OKR mampu meningkatkan produktivitas bagi setiap karyawan untuk tetap fokus dalam mencapai tujuan utama perusahaan. Dimana, tugas dan tanggung jawab akan dilakukan secara maksimal dengan menggunakan berbagai teknologi maupun sumber daya yang sifatnya fleksibel.

3. Terciptanya Transparansi

Keuntungan selanjutnya, transparansi menjadi poin penting mengapa perusahaan memanfaatkan metode ini. Mengapa demikian? Karena dengan mengimplementasikan OKR ke dalam bisnis, maka transparansi kerja menjadi lebih terjamin dan seluruh tim dapat termonitoring dengan baik.

Sehingga, kinerja dari setiap individu juga dapat terlihat dengan sangat jelas, serta mampu mengetahui performa masing-masing karyawan.

4. Mempercepat Hasil dengan Objectives yang Tepat

Manfaat yang terakhir, setelah transparansi OKR telah terjamin, maka hal tersebut dapat mendukung terciptanya transformasi bisnis untuk dapat menjawab objective secara cepat dan menggunakan metode yang benar. Sehingga, goals bisnis dapat tercapai dan mampu menghasilkan keuntungan yang cukup signifikan bagi finansial perusahaan.

Contoh Pembuatan OKR

Setelah mengetahui beberapa hal berkaitan dengan apa saja hal yang perlu dipersiapkan dalam membangun OKR yang tepat, maka kita akan melihat contoh case study pembuatan dari objective and key result pada sebuah digital marketing agency.

Pertama, anda perlu untuk membuat OKR untuk perusahaan terlebih dahulu.

  • Objective perusahaan: meningkatkan reputasi bisnis perusahaan di tingkat nasional
  • Key result:
    • Mendapatkan revenue perusahaan sebesar 1 miliar
    • Mendapatkan kerja sama dengan 500 klien baru dalam setahun
    • Membuka 3 cabang baru di 3 provinsi berbeda di Indonesia
    • Mengurangi kesalahan dalam rilis produk sebesar 35%
    • Merilis 20 produk perusahaan dalam setahun

Kedua, dari poin-poin diatas dapat diturunkan kepada masing-masing divisi dengan skema sebagai berikut. Kami akan memberikan contoh untuk dua divisi saja, untuk berikutnya dapat anda tambahkan sendiri sesuai kebutuhan bisnis anda.

  • Objective divisi business development:  mendapatkan 200 klien baru dalam setahun
  • Key result:
    • Menghubungi 50 calon klien setiap minggunya
    • Melaksanakan pitching dengan calon klien sebanyak 10 setiap minggunya
  • Objective divisi product developer: rilis 10 produk dalam setahun
  • Key result:
    • Menambahkan 3 divisi tim untuk mobile dan web developer.
    • Merilis 2 produk baru setiap 3 bulan.

Terakhir, anda juga dapat menurunkan lagi menjadi OKR untuk perorangan dengan menyesuaikan masing-masing job desk yang dimiliki.

Kesimpulan

Metode OKR saat ini cukup efektif untuk menunjang percepatan bisnis anda menjadi lebih fleksibel dengan tetap mencapai tujuan bisnis dalam jangka waktu yang panjang. Kemudian, metode ini juga bersifat ambisius dan realistis untuk mencapai goals perusahaan dengan tetap memperhatikan hingga lini terendah. Tentukan juga untuk kapan menggunakan KPI dan kapan memanfaatkan OKR tersebut.

Sekawan Media menawarkan jasa pembuatan aplikasi Android dan iOS profesional untuk membantu transformasi bisnis anda menuju era digital.



Source link

Apa itu Malware dan Cara Menghilangkannya yang Tepat


Pengguna internet di seluruh penjuru dunia saat ini sangat mudah sekali untuk mengakses berbagai konten dan aplikasi yang tersedia secara gratis dan tanpa batas. Hal tersebut juga membawa dampak baik dan buruk berkaitan dengan proses keamanan jaringan internet. Salah satu sistem yang dapat membawa efek negatif bagi kesehatan perangkat anda adalah malware.

Malware sendiri termasuk ke dalam jenis software berbahaya untuk keamanan dan kesehatan perangkat komputer, serta jaringan anda. Oleh karena itu, dalam mengakses berbagai situs, aplikasi, dan layanan media streaming perlu untuk tetap berhati – hati dan tetap menjaga keamanan data anda.

Pada artikel kali ini, kami akan membahas beberapa hal seputar apa itu malware, beserta jenis, cara kerja, tools, dan cara menghilangkannya. Tapi sebelum membahas lebih dalam, kita perlu untuk mengenal terlebih dahulu berkaitan dengan definisi umum dari malware itu sendiri.

Pengertian Malware

Malware atau disebut dengan Malicious Software adalah perangkat lunak yang dibuat dengan sengaja untuk tujuan memasuki dan meretas sistem komputer, server, atau jaringan tanpa diketahui oleh pemilik perangkat tersebut.

Tidak mudah untuk membuat sistem perangkat seperti itu, biasanya membutuhkan tenaga profesional dalam bidang IT dan mempunyai pengalaman di bidang cyber security, serta ilmu terkait peretasan (hacking). 

Malware biasanya sangat mudah disisipkan melalui jaringan internet atau telah tertanam pada beberapa situs yang memang digunakan untuk tujuan kejahatan dan ilegal.

Lebih berbahayanya lagi, malware juga mampu untuk mencuri data pengguna (user) dari perangkat yang sedang digunakan. Kemudian, malware juga dapat menjadi backdoor (pintu belakang) untuk masuknya seorang hacker atau cracker melalui halaman situs.

Jenis – Jenis Malware

Setelah mengetahui dengan jelas terkait apa itu malware, selanjutnya kita perlu mengenal juga beberapa jenis atau tipe dari perangkat lunak berbahaya tersebut. Sehingga, anda dapat lebih berhati – hati dalam melakukan berbagai aktivitas menggunakan jaringan internet untuk kedepannya.

1. Virus

Jenis pertama adalah virus, dimana termasuk dalam perangkat lunak berbahaya yang melekat pada sebuah dokumen atau file pada perangkat komputer. Virus dirancang untuk mengganggu proses kerja sistem operasi dan menyebabkan berbagai permasalahan seperti hilangnya data atau informasi user saat mengakses dokumen.

Ciri – ciri dari virus tersebut biasanya akan bekerja secara aktif jika pengguna telah membuka dokumen atau file yang sudah terinfeksi sebelumnya.

2. Trojan

Trojan adalah jenis malware yang biasanya melakukan penyamaran sebagai aplikasi yang tidak berbahaya, sehingga mampu mengelabui pengguna dengan lebih mudah. Namun, setelah pengguna mengunduh software tersebut, maka secara cepat trojan akan menyebar dan mulai mencuri berbagai informasi sensitif pengguna.

3. Adware

Adware merupakan tipe perangkat lunak yang biasanya akan menampilkan iklan atau pop up ketika user melakukan tindakan (action) tertentu. Pada kasus ini, tidak semua adware sangat berbahaya, namun mampu merusak sistem keamanan perangkat dengan mengirim malware yang sering disebut dengan spyware.

4. Spyware

Spyware dirancang khusus untuk memasuki sebuah perangkat, mengumpulkan data, serta mengirimkannya kepada pihak ketiga (third party) tanpa adanya persetujuan dari pengguna.

Secara eksplisit, spyware ditanamkan pada perangkat tanpa sepengetahuan dari user. Sehingga, spyware juga sangat mampu untuk mencatat berbagai aktivitas dari informasi pribadi yang ditampilkan, seperti kata sandi, history, nomor kartu kredit, dan lain sebagainya.

5. Worm

Worm merupakan salah satu jenis malware yang mampu untuk menggandakan dirinya sendiri, kemudian secara mandiri dapat menyebarkan kepada perangkat lainnya. Pada umumnya, worm dapat masuk melalui koneksi jaringan internet atau dari file yang berhasil diunduh.

6. Ransomware

Ransomware pada dasarnya digunakan untuk tujuan cybercriminal dan sangat mengancam dari proses meminta uang tebusan kepada pengguna perangkat tersebut. Ransomware sendiri termasuk ke dalam skema penghasil uang secara kriminal yang dapat dipasang melalui tautan email, website, serta short message.

7. Botnet

Jenis terakhir adalah botnet, dimana termasuk ke dalam jaringan komputer yang dibajak untuk tujuan penipuan, serta serangan siber secara masif. Istilah dari botnet sendiri berasal dari “robotdan “network”, serta termasuk dalam tahapan infiltrasi pada skema multi-layer.

Cara Kerja Malware di Perangkat Komputer dan Website

Bagaimana proses malware dapat masuk dan berada di dalam perangkat atau halaman sebuah situs tanpa diketahui oleh pengguna? Berikut ini terdapat beberapa penjelasan menarik seputar cara kerja dari malware untuk dijabarkan lebih jelas lagi.

1. Website

Terdapat tiga aspek yang dapat mempengaruhi aktivitas perangkat lunak ilegal ini, diantaranya adalah sebagai berikut.

Plugin pada umumnya digunakan untuk membantu dalam proses pembuatan website melalui bantuan CMS (Content Management System). Tak jarang juga, fitur dari plugin sangat membantu berbagai user dalam membuat situs sendiri tanpa harus menguasai secara spesifik berhubungan dengan bahasa pemrograman.

Yang perlu diperhatikan disini adalah penggunaan plugin versi bajakan, sehingga sangat mudah untuk disusupi program berbahaya dan mengancam risiko terjadinya anomali atau gangguan dalam proses pengelolaan situs tersebut.

Tema juga dapat menjadi salah satu wadah untuk berkembangnya suatu malware. Tawaran tema bajakan memang sangat menggiurkan, namun kita pastikan untuk tetap memilih dan memilah dengan tepat.

Untuk mendapatkan kualitas tema yang terjamin tingkat keamanannya, maka anda perlu untuk menggunakan program paket pembelian tema versi premium agar lebih mudah untuk meningkatkan produktivitas kerja.

Ketika anda sedang menginstall sebuah aplikasi (software) baru di perangkat komputer, laptop, tablet, atau smartphone, pastikan untuk selalu mengecek terlebih dahulu dalam mengeksekusi kode programnya.

Bisa jadi, aplikasi yang akan diinstall tersebut juga mengandung malware yang dapat mengancam keamanan data dan informasi dalam perangkat anda. Kemungkinan terburuk yang terjadi, malware tersebut mampu menembus melalui backdoor untuk memberikan hak akses kepada pengembang malware supaya mampu mengakses dari jarak yang jauh.

2. PC atau Smartphone

Selanjutnya, malware juga dapat menyerang kesehatan perangkat komputer anda melalui aktivitas dalam internet. Jika anda pengguna aktif internet, maka sudah barang tentu sering untuk menelusuri berbagai situs peramban tanpa anda sadari tidak semua web dapat menjamin keamanan dan bebas dari gangguan virus.

Yang paling sering dijumpai tentunya adalah tampilan iklan atau pop up pada beberapa situs, sehingga terkadang hal tersebut juga menjadi salah satu kunci untuk malware dapat masuk pada perangkat anda. Oleh karena itu, anda perlu mengaudit secara berkala agar tidak terjadi pencurian data atau peretasan yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Cara Mengatasi Malware yang Efektif

Lantas, bagaimana cara jitu untuk dapat menghilangkan malware dari perangkat dan anda dapat mengakses jaringan internet dengan aman? Berikut ini kami telah memberikan beberapa tips agar anda terbebas dari software berbahaya.

1. Menggunakan Wordfence pada WordPress

Pertama, jika anda pengguna aktif dari layanan WordPress, maka anda juga perlu untuk mengelola dan memperhatikan keamanan pada data situs secara real-time. Salah satu solusi efektif untuk dapat menyelesaikan permasalahan tersebut adalah dengan menggunakan Wordfence.

Wordfence adalah plugin yang tersedia di dalam WordPress untuk membantu user dalam menghilangkan malware lebih efektif dan mudah. Selain itu, kami juga merekomendasikan untuk mencoba beberapa plugin lain seperti iThemes, All in One WP, dan lain sebagainya.

2. Menjalankan Safe Mode

Kedua, anda juga dapat menjalankan metode safe mode dimana sistem operasi Windows dapat mengaktifkan komputer dengan melakukan perbaikan terhadap kerusakan pada perangkat sistem.

Cara untuk masuk pada safe mode adalah dengan me-restart komputer/laptop anda. Berikutnya, tekan tombol F8 pada keyboard anda dan tunggu hingga muncul opsi safe mode pada monitor. Langkah selanjutnya akan muncul pilihan jenis safe mode dan tentukan sesuai kebutuhan anda.

3. Mengaktifkan Windows Defender

Opsi ketiga, anda juga dapat mengaktifkan layanan windows defender untuk perlindungan awal dari adanya program ilegal atau berbahaya yang dapat mengancam proses dan kinerja perangkat anda. 

Selain menggunakan windows defender, anda juga perlu memastikan untuk mengaktifkan windows firewall supaya sistem mampu men-tracking lebih awal dan mampu mendiagnosis dengan tepat.

4. Menggunakan Software Anti-Malware

Tips terakhir, anda juga dapat memanfaatkan fitur dan fungsionalitas dari beberapa aplikasi yang tersedia secara free dan mendukung open source. Berikut ini terdapat beberapa referensi untuk software yang mampu mencegah dan mematikan aktivitas malware pada perangkat anda.

  • Malwarebytes 
  • AdwCleaner
  • SUPERAntiSpyware
  • Reason Core Security
  • ComboFix
  • BitDefender
  • Norman Malware Cleaner, dan masih banyak lagi lainnya.

Kesimpulan

Malware merupakan salah satu jenis perangkat lunak ilegal yang dapat mengancam setiap pengguna internet serta device anda. Oleh sebab int, langkah permudah untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan mengaktifkan perlindungan secara terus – menerus, baik menggunakan software pendukung, maupun perangkat lunak pada operating system.

Sekawan Media menyediakan jasa pembuatan aplikasi Android dan iOS untuk membantu transformasi bisnis anda di bidang IT.



Source link

Sistem Informasi Akuntansi: Definisi, Fungsi, dan Contohnya


Produktivitas kerja menjadi hal penting untuk selalu dilaksanakan oleh setiap karyawan pada sebuah perusahaan. Integrasi sistem menjadi sangat penting untuk meningkatkan produktivitas kerja dan mengembangkan aktivitas bisnis yang terotomasi. Salah satu produk yang telah dikembangkan untuk mendukung hal tersebut adalah sistem informasi akuntansi.

Sistem informasi menjadi bagian terpenting dalam sebuah bisnis seiring transformasi digital yang terus berkembang setiap saat. Beberapa perusahaan dan startup terus berinovasi untuk menciptakan sebuah sistem yang dapat membantu memudahkan pekerjaan menjadi lebih cepat, efektif, dan efisien.

Pada artikel kali ini, kami akan membahas lebih jauh seputar sistem informasi akuntansi untuk menunjang kebutuhan manajemen administrasi dan pengelolaan keuangan dalam bisnis organisasi maupun instansi.

Pengertian Sistem Informasi Akuntansi

Secara istilah, sistem informasi akuntansi (SIA) adalah sistem yang memasukkan, menyimpan, dan mengelola data keuangan (finance), beserta akuntansi untuk digunakan oleh pengambil keputusan atau stakeholder bersangkutan.

Sedangkan, untuk informasi akuntansi adalah sistem berbasis komputer dengan menggunakan metode khusus agar dapat melacak setiap aktivitas pada akuntansi yang berhubungan erat dengan sumber daya teknologi informasi.

Sehingga, hasil laporan keuangan yang telah dibuat dapat digunakan untuk kebutuhan internal perusahaan, investor, otoritas pajak, dan kreditur. SIA dirancang untuk dapat mendukung fungsi dari akuntansi secara menyeluruh, serta mampu menjalankan kegiatan seperti proses audit, pelaporan biaya keuangan, pajak, dan manajemen akuntansi.

Fungsi Sistem Informasi Akuntansi

Setidaknya, terdapat tiga fungsi utama dari penerapan SIA untuk menunjang produktivitas kerja demi terciptanya kualitas usaha dan bisnis yang kompetitif.

1. Transparansi dalam Pengumpulan Data Bisnis

Fungsi pertama, SIA berfungsi sebagai media atau wadah untuk mengumpulkan dan menyimpan berbagai informasi berupa data berkaitan dengan bisnis perusahaan. Proses tersebut dimulai dari menampung data transaksi sesuai dengan dokumen, kemudian mencatat di dalam jurnal sesuai kategorinya. Dan terakhir, mengupload pada menu buku besar secara terstruktur.

2. Sebagai Sistem Pengambilan Keputusan yang Komprehensif

Fungsi kedua, sistem informasi akuntansi berperan sebagai penyedia laporan keuangan yang mana menjadi dasar pertimbangan dalam mengambil sebuah keputusan. Di dalam data tersebut nantinya berisi laporan transaksi pihak perusahaan dan juga akan dilakukan proses evaluasi oleh tim manajemen.

3. Membangun Sistem Pengendalian Internal yang Sistematis

Terakhir, SIA mampu menciptakan sistem pengendalian internal yang memadai dan sesuai dengan prosedur perusahaan. Sehingga, laporan ekonomi yang dibuat dapat menyesuaikan aturan dan kebijakan yang berlaku untuk terciptanya aktivitas bisnis efektif dan efisien.

Komponen dalam Sistem Informasi Akuntansi

Pembahasan selanjutnya, masuk pada komponen penyusun dari SIA yang terdiri atas sebagai berikut.

  • Manusia, merupakan pelaku utama untuk menjalankan sebuah sistem.
  • Transaksi, merupakan objek dari sistem informasi akuntansi sebagai sebuah inputan (masukan), kemudian dikelola hingga menjadi informasi yang utuh.
  • Dokumen, adalah kumpulan file atau formulir yang digunakan untuk pencatatan pada saat melakukan transaksi.
  • Peralatan, adalah sarana atau suatu alat yang dimanfaatkan untuk melakukan kegiatan pencatatan pada sistem tersebut.
  • Prosedur, merupakan langkah atau tahapan dalam melaksanakan proses transaksi pada aktivitas perusahaan dan organisasi terkait.
  • Basis data (database), merupakan tempat penyimpanan data yang telah dikategorikan berdasarkan jenis dan kapasitas sebuah informasi.
  • Output, adalah hasil produk dari penerapan SIA berupa laporan yang nantinya diserahkan kepada pihak yang bersangkutan atau (stakeholder). 
  •  

Subsistem pada SIA

Berikutnya, masuk pada materi berkaitan dengan pembagian subsistem pada SIA. Skema pertama yang dilakukan, SIA memproses berbagai macam transaksi keuangan maupun non-keuangan. Sehingga, secara langsung dapat memengaruhi tahap pemrosesan saat melakukan transaksi keuangan.

SIA tersusun atas tiga subsistem yang diklasifikasikan sebagai berikut:

  • Sistem buku besar atau pelaporan data keuangan.
  • Sistem pemrosesan transaksi untuk mendukung berjalannya operasi bisnis harian suatu perusahaan.
  • Sistem pembalikan atau lebih dikenal dengan sebutan penutupan. Maknanya, proses pembalikan berasal dari laporan yang dibuat jurnal penutup atau pembalik.

Dengan adanya subsistem ini, maka dapat menghasilkan laporan keuangan seperti perhitungan laba/rugi, arus kas, neraca, pengembalian pajak, dan lain sebagainya.

Manfaat Sistem Informasi Akuntansi Bagi Bisnis

Terdapat setidaknya empat manfaat yang dapat diperoleh dari penggunaan SIA dalam kehidupan sehari – hari, khususnya untuk pekerjaan di sebuah kantor atau industri.

1. Meningkatkan Efisiensi Kerja

Kelebihan pertama, SIA mampu meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja menjadi lebih baik lagi. Sehingga, proses penyampaian informasi dapat berjalan tepat waktu dengan pengolahan bahan baku yang tepat dan benar.

2. Mampu Menekan Biaya Pengeluaran

Manfaat kedua, SIA juga menjalankan fungsi sebagai pengawas kegiatan produk secara otomatis dan sistematis. Jadi, tim operator dapat bekerja lebih fleksibel dan cepat tanpa memengaruhi kualitas dari bahan yang terbuang atau dipakai.

3. Mempercepat Proses Pengambilan Keputusan

Sistem informasi akuntansi mampu mempercepat pengambilan sebuah keputusan dengan pemberian informasi yang valid dan tepat pada waktunya. Biasanya, perusahaan membuat sistem database yang nantinya akan dianalisis terkait peluncuran produk dan quantity barang untuk meningkatkan omset penjualannya.

4. Menambah dan Memperoleh Insight Baru

Manfaat terakhir, SIA mampu memperbaiki proses operasional perusahaan dan mampu melakukan penyaringan disertai dengan pengetahuan berdasarkan fakta lapangan. Sehingga, dengan adanya sistem ini, maka dapat menjadikan keunggulan dan persaingan lebih kompetitif di tingkat profesional, bahkan enterprise.

Hambatan dalam Penerapan Sistem Informasi Akuntansi

Selain keunggulan dan kelebihan dari SIA, sebuah sistem tentunya juga mempunyai beberapa kelemahan atau hambatan di dalamnya. Berikut ini kami telah mengidentifikasi menjadi beberapa contoh terkait hambatan dari pengaplikasian sistem informasi akuntansi pada bisnis.

1. Membutuhkan Piranti Software Akuntansi

Hambatan pertama, perusahaan membutuhkan perangkat aplikasi untuk dapat membangun sistem akuntansi, dimana prioritas utama adalah dari sisi terjaminnya keamanan dan kerahasiaan data. 

Selain itu, perlu juga menganggarkan dana untuk membangun perangkat dengan spesifikasi mumpuni, sehingga mampu melaksanakan berbagai aktivitas pengelolaan data keuangan dengan lancar, stabil, dan akurat.

2. Sumber Daya Manusia (SDM) Belum Siap

Hambatan selanjutnya, berasal dari manusia atau user yang masih belum siap dengan pembaharuan dan standarisasi sistem keuangan baru. Sehingga, solusi terbaik untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan memberikan pelatihan terkait penggunaan teknologi informasi dan industri digital secara kontinu.

3. Data Keuangan Masih Belum Lengkap

Kendala terakhir, biasanya masih ditemukan permasalahan dimana data terkait keuangan belum lengkap dan membutuhkan proses validasi. Dengan adanya validasi tersebut, maka menyebabkan waktu penanganannya menjadi lebih lama lagi.

Contoh Aplikasi SIA

Banyak sekali manfaat dari penerapan sistem informasi akuntansi untuk menunjang produktivitas kerja dari berbagai karyawan di perusahaan yang memanfaatkan sistem informasi manajemen. Berikut ini terdapat beberapa perangkat lunak SIA untuk membantu kebutuhan perhitungan akuntansi yang tentunya mudah untuk digunakan.

1. MYOB Accounting

MYOB merupakan singkatan dari Mind Your Own Business termasuk aplikasi pengolah data akuntansi yang terpercaya dan user friendly. Tampilan antarmuka yang sederhana membuat pengguna menjadi lebih nyaman dalam berinteraksi dan cukup populer di kalangan UMKM di Indonesia. 

2. Accurate Accounting

Software kedua yaitu Accurate Accounting yang memiliki kelebihan dalam memodifikasi laporan dan format form sesuai kebutuhan anda. Accurate sendiri juga dilengkapi fitur untuk mendukung data pajak terkait dengan kebijakannya di Indonesia.

3. KRISHAND

Krishand merupakan aplikasi khusus untuk membantu penanganan pelaporan pajak. Perangkat ini mampu menghemat waktu dalam pembuatan laporan pajak secara tepat sesuai dengan peraturan perpajakan di Indonesia.

Nah, sebenarnya masih banyak lagi contoh SIA yang lain dengan fitur atau menu menarik, serta mampu memenuhi kebutuhan bisnis anda. Selain contoh aplikasi di atas, Sekawan Media juga membuka layanan dalam pembuatan aplikasi berbasis web untuk mengelola data perhitungan akuntansi secara kredibel dan tentunya mudah digunakan.

Kesimpulan

  • Sistem informasi akuntansi (SIA) adalah sistem yang mempunyai tugas untuk memanajemen segala hal berkaitan dengan keuangan dan akuntansi.
  • Pengaruh dari penerapan SIA kepada karyawan sebuah perusahaan adalah mampu meningkatkan kinerja dan produktivitas menjadi lebih baik lagi.
  • Pastikan juga anda menggunakan bantuan sistem informasi manajemen yang tepat, sesuai dengan kebutuhan bisnis dan budget perusahaan. Supaya bisnis dapat berkembang dan mampu menjangkau target konsumen lebih luas.

Sekawan Media membuka jasa pembuatan aplikasi web untuk membantu percepatan bisnis anda ke arah digitalisasi modern. Jika anda tertarik, silakan hubungi kontak kami.



Source link

Pengertian, Contoh, Manfaat, dan Cara Kerja


Perkembangan dunia sistem informasi terus mengalami perubahan setiap saat dengan mengikuti kebutuhan kerja manusia yang kompleks. Salah satu contoh sistem informasi yang terus berkembang untuk membantu dalam kebutuhan transaksi penjualan bisnis adalah Point of Sales. Fungsi dari sistem informasi tersebut tidak hanya sekedar memproses transaksi penjualan saja, melainkan sebagai bagian terpenting dalam operasional sebuah usaha.

Pada artikel kali ini, kita akan membahas lebih dalam berkaitan dengan fungsi, manfaat, contoh, hingga cara kerja dari sistem informasi ini. Untuk mempermudah dalam pengenalan awal, mari kita simak penjelasan mengenai apa itu Point of Sales terlebih dahulu.

Pengertian Point of Sales (POS)

POS atau Point of Sales adalah suatu sistem yang digunakan dalam kebutuhan berbagai macam usaha bisnis ritel untuk dapat mempermudah proses transaksi jual beli secara cepat, aman, dan sistematis. POS juga termasuk versi modern dari mesin kasir konvensional yang masih sering digunakan pada beberapa toko atau usaha. 

Biasanya, untuk versi konvensional masih dilengkapi dengan cash drawer sebagai proses pengelolaan registrasi dalam penjualan produk atau barang. Point of Sales sendiri saat ini sudah banyak diaplikasikan pada berbagai jenis usaha, meliputi toko kedai, restoran, barbershop, hingga laundry.

Perbedaan POS modern dengan versi konvensional terletak pada penggunaan perangkat teknologi berbasis Android atau iOS dengan sistem pendukung keputusan yang jauh lebih advanced. Ada juga yang menggunakan perangkat khusus, dengan sebutan sebagai terminal dengan konektivitas menggunakan printer bluetooth secara wireless.

Perbedaan Cloud POS dengan Conventional POS

Dengan perubahan zaman dan teknologi informasi yang ada, mengakibatkan banyak dari sistem aplikasi yang beralih dengan memanfaatkan internet atau berbasis cloud dan meninggalkan sistem yang sifatnya masih konvensional. Lantas, apa saja yang membedakan antara Point of Sales versi lama dan baru? Berikut merupakan beberapa jenis perbedaan dari kedua tipe ini.

1. Biaya

Untuk versi tradisional sendiri, biasanya membutuhkan biaya setup dan perawatan yang jauh lebih mahal dengan melibatkan teknisi langsung untuk mengecek mulai dari alat hingga kebutuhan software tersebut.

Apabila kita menggunakan versi cloud, maka biaya yang dikeluarkan untuk proses maintenance dapat ditekan seminimal mungkin. Mengapa demikian? Karena untuk versi terbaru telah menggunakan EPOS (Electronic Point of Sales), dimana untuk pembayarannya sendiri bersifat langganan (subscribe) selama satu tahun pemakaian. 

2. Akses Data

Terkait dengan fitur akses data, untuk perangkat konvensional sendiri masih menggunakan bantuan hardisk atau perangkat penyimpanan yang hanya dapat diakses terbatas di suatu tempat saja. Artinya, perangkat tersebut hanya dapat diakses melalui satu alat saja, misalnya pada tempat kerja atau kantor.

Sedangkan, untuk versi yang sudah menggunakan teknologi berbasis internet, maka akses data dapat dilakukan menggunakan aplikasi langsung. Sehingga, proses pemakaian dapat dijalankan secara real-time dan terkontrol secara terpusat melalui aplikasi tersebut. Anda hanya memerlukan hak akses akun dan perangkat berbasis mobile maupun komputer.

3. Risiko Kehilangan Data

Perbedaan yang ketiga, tingkat risiko kehilangan data paling besar dapat terjadi jika anda menggunakan POS versi tradisional. Dikarenakan, anda tidak mempunyai back up data apabila terjadi kesalahan sistem atau gangguan operasional yang dapat terjadi kapan saja. Akibatnya, informasi kemungkinan besar bisa hilang dan tidak ada proses file recovery yang dapat mengatasi permasalahan tersebut.

Risiko kehilangan data juga sangat mungkin terjadi pada versi cloud. Akan tetapi keunggulan dari sistem yang memanfaatkan internet ini adalah penjadwalan back up data dapat diatur sedemikian rupa sesuai dengan kebutuhan bisnis anda. 

Baca juga: Pengertian Sistem Informasi dan Contoh Penerapan pada Dunia Industri

Manfaat dari Adanya Point of Sales

Banyak sekali manfaat yang dapat diperoleh dari penggunaan Point of Sales bagi manajemen transaksi penjualan suatu produk, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Mempermudah Proses Pemesanan

Saat ini, banyak sekali toko atau tempat usaha yang menggunakan tablet atau smartphone sebagai alat bantu untuk proses pemesanan produk. Nah, sistem tersebut masuk ke dalam Point of Sales dengan segala kemudahan dalam setiap fitur dan menu yang ditampilkan.

Hal tersebut berdampak pada mudahnya dalam memilih, membayar, atau menambah pesanan tanpa perlu kita memanggil pramusaji secara langsung. Hanya dengan mengakses aplikasi POS, maka makanan tersebut akan datang sesuai dengan permintaan customer atau pelanggan.

2. Terciptanya Fleksibilitas yang Baik

Dengan hadirnya POS, maka sistem pembayaran tidak hanya berfokus pada satu metode saja. Melainkan dapat dilakukan baik secara tunai, non tunai, maupun menggunakan kartu debit atau kredit. 

Dengan kalkulasi atau perhitungan secara otomatis, maka kasir tidak perlu menghitung secara manual terkait uang pengembalian. Sehingga, dapat mempercepat proses pembelian (transaksi) dan terhindar dari antrian yang berkepanjangan.

3. Proses Transaksi Menjadi Lebih Terstruktur

Keuntungan yang terakhir, segala proses transaksi mulai dari tahap pembukuan, penyusunan laporan, dan manajemen inventory atau stok barang dapat terakomodasi dengan baik melalui aplikasi. 

Jadi, anda hanya perlu mengatur dan mengakses aplikasi melalui perangkat komputer secara online. Selain itu, POS juga dapat mencetak kwitansi atau struk pembelian bagi pelanggan dengan cepat dan akurat.

Baca juga: Sistem Informasi Manajemen dan Manfaat untuk Bisnis

Contoh dan Cara Kerja Point of Sales

Pada dasarnya sistem Point of Sales sendiri merupakan tempat bagi pelanggan untuk melakukan transaksi pembayaran barang atau jasa di suatu tempat usaha. Sistem Point of Sales juga mempunyai beberapa contoh komponen fisik, diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Komponen register, digunakan untuk membantu dalam proses menghitung transaksi yang dilakukan oleh pelanggan.
  • Komponen perangkat, yaitu dapat berupa tablet, iPad, atau perangkat portable yang lain untuk mendukung fungsi sebagai monitor dalam sistem POS.
  • Alat pembaca kartu kredit, memungkinkan konsumen anda untuk membayar dengan lebih aman menggunakan kartu kredit.
  • Mesin kasir, meskipun anda dapat melakukan transaksi secara kredit atau non-tunai, anda masih membutuhkan tempat untuk menyimpan uang tunai yang aman agar terhindar dari praktik penipuan.
  • Barcode atau pemindai kode barang, merupakan fitur dimana dapat membaca secara detail (rinci) produk suatu item tanpa harus memeriksa manual.
  • Komponen printer tanda terima, berfungsi untuk menunjukkan kepada konsumen apa dan kapan melakukan transaksi pembelian produk, dan berapa jumlah tagihan yang harus dibayar.
  •  

Berkaitan dengan cara kerja dari Point of Sales dalam bisnis ritel, maka dapat diurutkan sebagai berikut:

  • Membantu dalam mengotomasi proses transaksi yang sedang dilakukan.
  • Melakukan proses pelacakan terhadap data penjualan.
  • Menunjukkan pola penjualan secara komprehensif.
  • Menangkap perbedaan antara arus kas atau harga dari produk.
  • Memantau dan memonitoring tingkat inventaris suatu barang atau jasa.
  • Mengumpulkan informasi penjualan harian pelanggan secara terpusat.

Baca juga: Penerapan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dalam Teknologi Informasi

7 Tips Memilih POS yang Tepat untuk Bisnis

Setelah menyimak dan mempelajari beberapa informasi menarik seputar POS, maka pembahasan selanjutnya masuk pada tips untuk mengelola dan memilih jenis POS sesuai kebutuhan bisnis anda.

1. Menentukan Harga dan Fitur yang Sesuai

Tips pertama, ketika memilih sebuah POS maka anda perlu cari tahu terlebih dahulu mengenai kebutuhan dari usaha anda agar tidak terjadi pemborosan biaya. Karena, pada dasarnya Point of Sales membutuhkan dana investasi yang tidak sedikit jumlahnya.

2. Pengelolaan Stok Barang

Kedua, ketika anda mendirikan sebuah usaha seperti kedai restoran yang memiliki banyak bahan baku dan stok menu, maka anda sangat memerlukan fitur inventory. Sehingga, dapat membantu dalam proses pengelolaan jumlah stok bahan dari bisnis anda secara maksimal.

3. Perangkat Pendukung yang Memadai

Ketiga, pastikan juga sistem yang anda beli sesuai atau cocok dengan kebutuhan spesifikasi dari software (perangkat lunak) maupun hardware (perangkat keras) anda.

4. Fitur Laporan Penjualan yang Lengkap

Keempat, salah alasan mengapa banyak pengusaha menggunakan POS adalah terkait fitur laporan penjualan yang dapat dibuat secara efektif dan efisien. Maksudnya adalah anda hanya perlu membuat melalui aplikasi tanpa harus menulis nota penjualan di kertas terlebih dahulu.

5. Perangkat Mudah untuk Digunakan

Kelima, dengan tampilan yang mudah dimengerti, POS digunakan untuk dapat menunjang proses operasional sebaik mungkin dan nantinya dapat dikelola oleh banyak orang, termasuk karyawan atau pegawai baru.

6. Terdapat Support System yang Baik

Keenam, dengan adanya Point of Sales system maka telah menyediakan layanan bantuan setiap waktu saat anda mengalami kesulitan dalam proses pengoperasian.

7. Berbasis Cloud 

Terakhir, dengan menggunakan layanan berbasis cloud, maka anda sudah barang tentu dapat mengakses melalui internet dan dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun. Yang terpenting disini adalah anda harus terhubung dengan jaringan internet untuk dapat mengakses aplikasi dengan baik.

Kesimpulan

  • Point of Sales adalah suatu sistem yang dirancang khusus untuk membantu proses transaksi penjualan pelanggan berbasis digital.
  • Dengan menggunakan sistem POS, maka anda dapat mengembangkan usaha lebih baik lagi, serta terintegrasi dengan berbagai perangkat dan teknologi terbaru.
  • Untuk mendukung percepatan proses bisnis dan peningkatan kualitas usaha anda, gunakan sistem Point of Sales berbasis cloud yang lebih terjamin dari sisi keamanan data, informasi, serta kebutuhan produksi dan stok barang yang lainnya.

Sekawan Media menawarkan paket layanan jasa pembuatan aplikasi Android dan iOS untuk membantu sistem informasi anda lebih responsif dan dapat diakses di berbagai tampilan perangkat. 



Source link

Mengenal Model dan Contoh Sistem Informasi Manufaktur


Teknologi industri saat ini sudah bergeser yang dulunya masih banyak menggunakan tenaga manusia, sekarang telah tergantikan oleh mesin dan perangkat komputer. Tentunya hal tersebut juga diikuti oleh kemajuan sistem informasi manajemen, salah satunya dari bidang manufaktur. Istilah yang sering didengar saat ini adalah sistem informasi manufaktur.

Dengan adanya sebuah sistem informasi bagi perusahaan industri yang bergerak di bidang pembuatan bahan baku, suku cadang, dan komponen lain. Integrasi sistem sangat diperlukan dengan kecanggihan teknologi saat ini. Sehingga, pengembangan sistem yang terstruktur dan terpusat sangat dibutuhkan untuk memudahkan pekerjaan manusia menjadi lebih cepat, efektif, dan efisien.

Pada pembahasan artikel kali ini akan masuk menjelaskan mulai dari pengertian, model, contoh, dan manfaat dari adanya sistem informasi manufaktur. Oleh karena itu, anda dapat menyimak mulai dari topik pembahasan pertama hingga topik terakhir agar ilmu yang diperoleh dapat selaras dan agar mendapatkan konsep, serta pemahaman yang baik.

Apa itu Sistem Informasi Manufaktur

Sistem informasi manufaktur atau dalam bahasa Inggris berarti manufacturing information system adalah suatu sistem berbasis komputer yang secara fungsional mendukung dalam manajemen urusan perusahaan yang berkaitan dengan manufaktur produk. Tumpuan utama dalam sistem ini terletak pada input, proses, dan output.

Tujuan utama dari sistem informasi manufaktur ini adalah mampu mendukung fungsi produktif yang mencakup seluruh kegiatan dalam perusahaan, mulai dari tahap perencanaan, pengendalian, hingga proses barang atau jasa.

Perusahaan manufaktur merupakan sebuah badan usaha yang mempunyai aktivitas khusus dalam pengelolaan material atau sering disebut bahan mentah hingga menjadi barang jadi, kemudian akan dijual kepada konsumen. Karakteristik dari perusahaan manufaktur adalah sebagai berikut:

  • Mesin dan skala besar, perusahaan manufaktur biasanya menggunakan setup atau konfigurasi mesin dan tenaga manusia dengan pembagian kerja yang telah ditentukan.
  • Terdapat biaya produksi, pada umumnya terdiri atas tiga elemen biaya, yaitu biaya bahan baku, tenaga kerja, dan overhead pabrik (BOP).
  • Pengolahan material dan hasil produksi, perusahaan manufaktur menitikberatkan pada proses pengolahan bahan mentah menjadi produk jadi.

Jenis Model Sistem Informasi Manufaktur

Berikut ini masuk pada penjelasan mengenai macam-macam dari model sistem informasi manufaktur.

1. Input Data atau Informasi

Input data disini berarti memasukkan informasi baru, baik yang berasal dari dalam (internal) maupun luar (eksternal).

2. Data Internal

Data internal adalah seluruh informasi yang mendukung setiap proses secara keseluruhan, meliputi material, mesin, transportasi, sumber daya manusia (SDM), frekuensi perawatan, dan lain sebagainya.

3. Data Eksternal

Untuk data eksternal sendiri merupakan informasi yang sifatnya berasal dari luar perusahaan, dimana mendukung setiap proses pengolahan data untuk menghasilkan informasi yang dapat bermanfaat. 

Data eksternal ini digunakan khusus untuk perhitungan biaya pada bisnis manufaktur mulai dari awal hingga akhir. Data yang disajikan meliputi, supplier (data pemasok), UMR (upah minimum regional), kebijakan pemerintah mengenai listrik, dan informasi yang lainnya.

Sub Sistem Input

Berikutnya, masuk pada pembahasan mengenai sub sistem dari sistem informasi manufaktur.

1. Sistem Informasi Akuntansi

Sistem informasi akuntansi (SIA) digunakan untuk mengumpulkan data internal yang dapat menjelaskan terkait operasi manufaktur dengan data transaksi perusahaan, serta supplier.

Contoh dari penerapannya adalah pegawai bagian produksi memasukkan data ke dalam sistem dengan menggunakan media yang mampu dibaca, baik oleh mesin maupun perangkat keyboard.

Baca juga: Simak Informasi Menarik Seputar Sistem Informasi Akuntansi pada Bisnis

2. Sub Sistem Intelijen Manufaktur

Sub sistem intelijen manufaktur digunakan untuk mengetahui perkembangan terakhir mengenai sumber material, pekerja, dan mesin. Berikut merupakan beberapa komponen penyusun dari sub sistem intelijen:

  • Informasi pekerja
  • Sistem formal
  • Sistem informal
  • Pengumpulan data lingkungan
  • Pengujian data
  • Pemeliharaan data
  • Keamanan data
  • Pengambilan data dalam bentuk sebuah laporan

3. Sub Sistem Industrial Engineering (EI)

Sub sistem industrial engineering merupakan sistem yang terlatih khusus untuk dapat mempelajari mengenai operasi dalam manufaktur dan membuat mekanisme perbaikan. Industrial engineering ini meliputi data khusus dalam perusahaan untuk kebutuhan penetapan waktu proses produksi.

Sub Sistem Output

Selanjutnya, masuk pada topik mengenai pembagian sub sistem output pada sistem informasi manufaktur. Sub sistem ini berfungsi untuk memberikan informasi yang diperoleh dari hasil pengolahan data yang meliputi produk, kualitas, persediaan, dan biaya.

1. Sub Sistem Produksi

Merupakan setiap hal yang berkaitan dengan proses pada setiap bagian departemen yang bertugas untuk mengukur produksi barang.

2. Sub Sistem Persediaan

Pada sub sistem persediaan, memberikan data terkait jumlah stok barang, biaya holding, dan safety stock berdasarkan hasil pengolahan data inputan. Fungsi dari sistem persediaan ini adalah untuk dapat mengukur volume dari aktivitas produksi dimulai dari pengolahan bahan mentah hingga menjadi bahan yang siap diproduksi.

3. Sub Sistem Biaya

Sub sistem biaya digunakan untuk dapat biaya yang dikeluarkan selama berlangsungnya proses produksi. Untuk sistem biaya dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu:

Biaya pembelian meliputi seluruh anggaran yang terjadi karena pemesanan bahan material, contohnya biaya telepon, sekretaris, formulir pesanan, dan lain sebagainya.

Biaya pemeliharaan dianggap sebagai persentase biaya tahunan barang yang meliputi, biaya kerusakan, pencurian, pajak, dan asuransi.

4. Sub Sistem Kualitas

Terkait dengan sub sistem kualitas meliputi biaya waktu, kualitas, pemilihan supplier, dan performa kerja. Fungsi dari sistem kualitas sendiri digunakan untuk mengukur kualitas dari material saat diubah.

Baca juga: Sistem Informasi Manajemen dan Manfaat untuk Bisnis

Manfaat Sistem Informasi Manufaktur

Terdapat beberapa keuntungan dan manfaat yang dapat diperoleh dari segi bisnis untuk dapat menunjang peningkatan produktivitas dan keuntungan perusahaan dari penerapan sistem informasi manufaktur.

  • Arsip dari perusahaan lebih terstruktur karena telah menggunakan sistem basis data (database).
  • Hasil produk perusahaan menjadi lebih efisien dan tepat waktu dengan dukungan dari perangkat komputer yang terintegrasi dengan sistem informasi manajemen.
  • Perusahaan dapat lebih cepat untuk memperoleh informasi yang relevan, aktual, dan terpercaya.
  • Dengan menggunakan teknologi berupa bantuan fisik robotik, maka hasil produk menjadi lebih cepat daripada menggunakan tenaga kerja manusia secara langsung.

Contoh dari Sistem Informasi Manufaktur

Berikut ini merupakan gambaran skema dari contoh sistem informasi manufaktur yang diterapkan di berbagai sektor industri.

Kesimpulan

Sistem informasi manufaktur merupakan bagian dari sistem informasi manajemen yang berfungsi untuk membantu perusahaan dalam mengelola aktivitas produksi manufaktur agar berjalan dengan sistematis dan termonitoring. Untuk dapat menerapkan sistem ini dengan baik, pastikan telah mempunyai spesifikasi perangkat dan komponen yang memadai, serta manajemen sumber daya manusia yang berkualitas untuk dapat mengoperasikan sistem dengan tepat.

Sekawan Media membuka jasa pembuatan aplikasi Android dan iOS profesional untuk membantu anda dalam mengembangkan sistem yang responsif dan user friendly.



Source link